11ok

Panduan Lengkap Ukuran Lemari Pakaian Standar untuk Kamar

Panduan lemari pakaian tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang penting dalam desain kamar tidur, tetapi juga mempengaruhi tata letak ruangan dan estetika keseluruhan. Memilih lemari dengan ukuran yang tepat adalah langkah penting untuk menciptakan ruang yang fungsional dan nyaman di dalam rumah Anda. Berikut ini adalah panduan lengkap tentang ukuran standar untuk berbagai jenis lemari pakaian:

1. Lemari Pakaian Satu Pintu

Ukuran lemari pakaian satu pintu adalah pilihan yang ideal untuk ruang tidur yang lebih kecil atau sebagai tambahan penyimpanan tambahan di ruangan lain. Berikut adalah ukuran standar untuk lemari pakaian satu pintu:

  • Lebar: Biasanya antara 60 cm hingga 80 cm.
  • Kedalaman: Sekitar 50 cm hingga 60 cm.
  • Tinggi: Umumnya berkisar antara 180 cm hingga 220 cm.

2. Lemari Pakaian Dua Pintu

Ukuran Lemari pakaian dengan dua pintu adalah pilihan yang lebih luas dan sering kali menjadi pilihan utama untuk kamar tidur utama. Berikut adalah ukuran standar untuk lemari pakaian dua pintu:

  • Lebar: Mulai dari 100 cm hingga 120 cm.
  • Kedalaman: Sekitar 50 cm hingga 60 cm.
  • Tinggi: Sama dengan lemari satu pintu, berkisar antara 180 cm hingga 220 cm.

3. Lemari Pakaian Tiga Pintu atau Lebih

Untuk ukuran ruang tidur yang lebih besar atau untuk menyediakan penyimpanan tambahan yang signifikan, lemari pakaian dengan tiga pintu atau lebih dapat menjadi pilihan yang baik. Berikut adalah ukuran standar untuk lemari pakaian tiga pintu atau lebih:

  • Lebar: Bergantung pada jumlah pintu, biasanya mulai dari 150 cm hingga lebih dari 200 cm.
  • Kedalaman: Sekitar 50 cm hingga 60 cm.
  • Tinggi: Seperti lemari satu dan dua pintu, berkisar antara 180 cm hingga 220 cm.

4. Pertimbangan Desain dan Fungsionalitas

Selain memperhatikan ukuran lemari, ada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan untuk memastikan lemari pakaian tidak hanya praktis tetapi juga sesuai dengan estetika kamar tidur Anda:

  • Aksesibilitas: Pastikan pintu lemari dapat dibuka dengan mudah di ruang yang tersedia.
  • Penyimpanan Tambahan: Pertimbangkan penggunaan rak tambahan, laci, atau ruang gantung untuk meningkatkan fungsionalitas lemari.
  • Keseimbangan Visual: Sesuaikan ukuran lemari dengan ukuran kamar tidur untuk menciptakan tata letak yang seimbang dan harmonis.

5. Tips Desain Tambahan

  • Bahan dan Finishing: Pilih bahan dan finishing yang sesuai dengan gaya dekorasi kamar tidur Anda, seperti kayu alami untuk sentuhan yang hangat atau bahan berwarna cerah untuk menciptakan kesan ruang yang lebih luas.
  • Sistem Penyimpanan: Sesuaikan sistem penyimpanan dalam lemari dengan kebutuhan pribadi Anda, seperti ruang gantung untuk pakaian panjang atau rak tambahan untuk aksesori.

Kesimpulan

Memilih lemari pakaian yang tepat dapat membuat perbedaan besar dalam cara Anda mengatur dan menggunakan ruang kamar tidur Anda. Dengan mempertimbangkan ukuran standar yang disarankan dan faktor desain lainnya, Anda dapat membuat keputusan yang cerdas dan sesuai dengan kebutuhan rumah tangga Anda.

Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat memilih lemari pakaian yang tidak hanya praktis tetapi juga menambah nilai estetika ruang tidur Anda secara keseluruhan.

Desain Interior Rumah By Maxima Interior Desain (3)

Tips Menata Foto di Dinding Ruang Tamu yang Estetik

Menata foto di dinding ruang tamu bukan hanya tentang menggantung bingkai secara acak, tetapi juga tentang menciptakan tampilan yang harmonis dan menarik. Berikut adalah beberapa cara untuk menata foto di dinding ruang tamu agar terlihat estetik dan menyatu dengan desain interior ruangan Anda:

1. Tentukan Tema atau Warna

Langkah pertama dalam menata foto di dinding adalah menentukan tema atau palet warna. Pilih tema yang mencerminkan kepribadian Anda atau cerita yang ingin Anda sampaikan. Misalnya, Anda bisa memilih tema perjalanan, keluarga, atau seni. Pastikan warna bingkai dan foto saling melengkapi dan menyatu dengan dekorasi ruang tamu Anda.

2. Gunakan Berbagai Ukuran dan Bentuk Bingkai

Bermain dengan berbagai ukuran dan bentuk bingkai dapat menambahkan dimensi dan keunikan pada tampilan dinding. Kombinasikan bingkai besar dan kecil, serta bingkai dengan bentuk berbeda seperti persegi, persegi panjang, dan bulat. Namun, pastikan untuk tetap konsisten dengan gaya bingkai agar tetap terlihat kohesif.

3. Buat Tata Letak Sebelum Menggantung

Sebelum menggantung foto, buat tata letak di lantai atau gunakan kertas kraft sebagai panduan di dinding. Ini akan membantu Anda melihat bagaimana semua bingkai akan terlihat bersama dan membuat perubahan jika diperlukan. Anda bisa menggunakan pita atau pensil untuk menandai posisi setiap bingkai di dinding.

4. Pertimbangkan Ketinggian Gantung

Ketinggian gantung sangat penting untuk menciptakan tampilan yang estetik. Aturan umum adalah menggantung foto pada ketinggian mata, yaitu sekitar 150 cm dari lantai ke tengah bingkai. Jika Anda menata beberapa foto, pastikan untuk menjaga jarak yang sama di antara setiap bingkai untuk menciptakan keseimbangan visual.

5. Ciptakan Fokus Utama

Pilih satu atau dua foto yang menjadi fokus utama dari tata letak Anda. Foto-foto ini bisa berukuran lebih besar atau memiliki bingkai yang lebih mencolok dibandingkan yang lain. Tempatkan foto-foto ini di tengah atau di posisi yang menonjol untuk menarik perhatian.

6. Gunakan Rak atau Ledge

Selain menggantung langsung di dinding, Anda juga bisa menggunakan rak atau ledge untuk menata foto. Ini memberikan fleksibilitas untuk mengubah tata letak foto tanpa merusak dinding. Anda juga bisa menambahkan elemen dekoratif lain seperti tanaman hias atau patung kecil untuk melengkapi tampilan.

7. Tambahkan Pencahayaan

Pencahayaan yang baik dapat membuat foto Anda terlihat lebih menonjol. Gunakan lampu dinding atau lampu sorot untuk menerangi area tempat Anda menata foto. Pencahayaan yang tepat dapat menciptakan suasana hangat dan memperkuat efek visual dari foto-foto Anda.

8. Pertimbangkan Pola Grid atau Galeri

Ada beberapa pola tata letak yang populer untuk menata foto di dinding, seperti pola grid atau galeri. Pola grid melibatkan menata foto dalam baris dan kolom yang rapi, sementara pola galeri lebih bebas dan organik. Pilih pola yang sesuai dengan gaya dan suasana ruang tamu Anda.

9. Manfaatkan Seni dan Foto Bersamaan

Anda tidak terbatas hanya pada foto. Campurkan seni dinding seperti lukisan, ilustrasi, atau kutipan inspirasional bersama dengan foto Anda. Kombinasi ini dapat menambah variasi dan membuat dinding Anda lebih menarik.

Kesimpulan

Menata foto di dinding ruang tamu dengan estetik memerlukan perencanaan dan kreativitas. Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat menciptakan tampilan dinding yang tidak hanya indah tetapi juga mencerminkan gaya dan kepribadian Anda. Jangan takut untuk bereksperimen dan menemukan kombinasi yang paling sesuai dengan ruang tamu Anda. Selamat menata!

Abu-Abu Modern

8 Variasi Warna Keramik Lantai yang Bagus

Memilih warna keramik lantai yang tepat dapat memberikan dampak besar pada estetika dan nuansa ruangan. Warna keramik yang berbeda dapat menciptakan suasana yang beragam, dari yang hangat dan ramah hingga yang elegan dan modern. Berikut adalah 8 Variasi Warna Keramik Lantai yang Bagus

1. Putih Bersih

Keramik lantai berwarna putih bersih memberikan kesan ruangan yang luas, terang, dan bersih. Warna putih cocok untuk berbagai gaya interior, mulai dari minimalis hingga klasik. Keramik putih juga mudah dipadukan dengan berbagai warna perabotan dan dekorasi.

2. Abu-Abu Modern

Warna abu-abu menjadi pilihan populer untuk tampilan yang modern dan elegan. Abu-abu netral dan serbaguna, sehingga dapat digunakan dalam berbagai desain interior. Selain itu, warna ini juga mampu menyamarkan kotoran, menjadikannya pilihan praktis untuk area yang sering dilewati.

3. Hitam Elegan

Keramik lantai hitam memberikan kesan mewah dan dramatis pada ruangan. Warna hitam sangat cocok untuk ruang yang ingin menampilkan kesan elegan dan berkelas. Namun, penting untuk mempertimbangkan pencahayaan yang cukup agar ruangan tidak terasa terlalu gelap.

4. Cokelat Hangat

Keramik lantai cokelat memberikan nuansa hangat dan ramah. Warna ini sangat cocok untuk ruang keluarga atau ruang makan karena menciptakan suasana yang nyaman dan mengundang. Cokelat juga tersedia dalam berbagai nuansa, dari cokelat muda hingga cokelat tua, memberikan fleksibilitas dalam desain.

5. Beige Natural

Beige adalah warna yang lembut dan menenangkan, sempurna untuk menciptakan suasana yang santai. Keramik lantai beige cocok untuk berbagai jenis ruangan, dari kamar tidur hingga ruang tamu. Warna ini juga mudah dipadukan dengan berbagai warna lain, baik yang cerah maupun gelap.

6. Biru Sejuk

Keramik lantai berwarna biru memberikan kesan sejuk dan menenangkan. Warna biru sangat cocok untuk kamar mandi atau area luar ruangan seperti teras. Biru muda dapat memberikan kesan luas, sementara biru tua menambah kedalaman dan karakter pada ruangan.

7. Hijau Alam

Keramik lantai hijau membawa kesegaran dan nuansa alam ke dalam rumah. Warna hijau cocok untuk ruang yang ingin menciptakan kesan alami dan menenangkan. Hijau muda atau pastel dapat memberikan kesan segar, sementara hijau tua menambah sentuhan elegan.

8. Motif Kayu

Keramik lantai dengan motif kayu adalah pilihan yang sempurna bagi yang menginginkan tampilan alami tanpa perawatan intensif. Motif kayu memberikan kesan hangat dan elegan, serta cocok untuk berbagai gaya interior, baik modern maupun klasik.

Kesimpulan

8 Variasi Warna Keramik Lantai yang Bagus dan tepat bisa sangat mempengaruhi suasana dan estetika ruangan. Dari putih yang bersih hingga motif kayu yang alami, setiap warna memiliki kelebihan dan kesan tersendiri. Pertimbangkan gaya interior dan fungsi ruangan saat memilih warna keramik lantai untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Dengan berbagai pilihan warna yang tersedia, Anda dapat dengan mudah menemukan keramik lantai yang sesuai dengan selera dan kebutuhan desain interior rumah Anda.

Model Lemari Desain By Maxima Inteiror Medan (1)

Apa Itu Walk-In Closet? Panduan Lengkap dan Manfaatnya

Pengertian Walk-In Closet

Walk-in closet adalah ruang penyimpanan pakaian dan aksesori yang dirancang agar seseorang bisa masuk dan bergerak di dalamnya. Berbeda dengan lemari pakaian tradisional yang hanya menyediakan ruang terbatas, walk-in closet menyediakan area yang luas dan terorganisir untuk menggantung, menyimpan, dan menampilkan pakaian serta aksesori. Walk-in closet biasanya terletak di kamar tidur utama atau suite dan dapat berfungsi sebagai ruang berpakaian pribadi.

Komponen Utama Walk-In Closet

  1. Rak dan Gantungan: Rak dan gantungan merupakan elemen dasar dari walk-in closet, digunakan untuk menyimpan pakaian, tas, dan aksesori lainnya.
  2. Laci dan Kotak Penyimpanan: Laci digunakan untuk menyimpan barang-barang kecil seperti pakaian dalam, kaus kaki, dan aksesori lainnya. Kotak penyimpanan bisa digunakan untuk barang-barang yang jarang digunakan.
  3. Cermin: Cermin besar atau cermin seluruh tubuh adalah elemen penting yang memungkinkan Anda melihat penampilan secara keseluruhan.
  4. Pencahayaan: Pencahayaan yang baik, termasuk pencahayaan alami dan lampu tambahan, sangat penting untuk memastikan semua area terlihat jelas.
  5. Tempat Duduk: Sebuah bangku atau kursi kecil bisa ditambahkan untuk kenyamanan saat mencoba sepatu atau pakaian.

Manfaat Walk-In Closet

  1. Organisasi yang Lebih Baik: Walk-in closet memungkinkan Anda untuk mengatur pakaian dan aksesori dengan rapi, sehingga memudahkan Anda menemukan apa yang Anda butuhkan.
  2. Penyimpanan Lebih Banyak: Dengan ruang yang lebih luas, walk-in closet menawarkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar dibandingkan dengan lemari biasa.
  3. Penggunaan Ruang Efisien: Walk-in closet membantu memaksimalkan penggunaan ruang dengan desain yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
  4. Privasi dan Kenyamanan: Menyediakan ruang pribadi untuk berpakaian tanpa gangguan.
  5. Meningkatkan Nilai Properti: Keberadaan walk-in closet dapat meningkatkan nilai jual rumah Anda, karena dianggap sebagai fitur mewah dan fungsional.

Desain dan Tips Penataan Walk-In Closet

  1. Tentukan Tata Letak yang Efisien:
    • U-Shaped: Menggunakan tiga dinding untuk penyimpanan maksimal.
    • L-Shaped: Menggunakan dua dinding, cocok untuk ruang yang lebih sempit.
    • Straight: Menggunakan satu dinding, ideal untuk ruang yang panjang dan sempit.
  2. Pilih Material Berkualitas:
    • Gunakan material yang tahan lama dan mudah dibersihkan seperti kayu solid atau MDF berkualitas tinggi.
  3. Gunakan Pencahayaan yang Tepat:
    • Pastikan walk-in closet Anda memiliki pencahayaan yang memadai. Lampu LED strip di bawah rak dan gantungan dapat menambah pencahayaan yang merata.
  4. Ciptakan Zona Penyimpanan:
    • Pisahkan area untuk pakaian gantung, pakaian lipat, sepatu, dan aksesori lainnya. Ini akan memudahkan Anda menemukan barang yang dicari dan menjaga kebersihan.
  5. Maksimalkan Ruang Vertikal:
    • Gunakan seluruh tinggi ruangan untuk penyimpanan. Tambahkan rak atas untuk barang-barang musiman atau jarang digunakan.
  6. Gunakan Cermin Besar:
    • Cermin tidak hanya berguna untuk melihat penampilan, tetapi juga memberikan ilusi ruangan yang lebih besar dan terang.
  7. Tambahkan Sentuhan Personal:
    • Tambahkan elemen dekoratif seperti karpet, lukisan, atau tanaman untuk membuat walk-in closet terasa lebih nyaman dan personal.

Contoh Desain Walk-In Closet

  1. Walk-In Closet Minimalis:
  2. Walk-In Closet Mewah dengan Rak Terbuka:
  3. Walk-In Closet Modern dengan Pencahayaan LED:

Dengan desain dan penataan yang tepat, walk-in closet dapat menjadi ruang yang sangat fungsional dan stylish, membantu Anda menjaga kerapian serta memberikan kenyamanan dalam berpakaian sehari-hari

Kamar tidur minimalis

Desain kamar tidur minimalis

Desain kamar tidur minimalis menekankan kesederhanaan, fungsionalitas, dan kenyamanan. Berikut adalah elemen-elemen utama yang dapat digunakan untuk menciptakan kamar tidur minimalis yang modern dan estetis:

1. Palet Warna

  • Warna Netral: Putih, abu-abu, beige, dan warna-warna pastel sering digunakan sebagai dasar.
  • Aksen Warna Terbatas: Warna aksen seperti biru tua, hijau tua, atau hitam dapat digunakan secara minimal untuk menambah kontras.

2. Furnitur

  • Desain Sederhana: Tempat tidur dengan garis lurus dan bentuk yang sederhana, sering kali tanpa sandaran kepala yang rumit.
  • Material Alami: Kayu, logam, dan kain dengan tekstur lembut untuk menambah kesan hangat dan nyaman.
  • Furnitur Fungsional: Meja samping tempat tidur yang multifungsi, lemari dengan clean-line, dan penyimpanan tersembunyi.

3. Pencahayaan

  • Pencahayaan Alami: Memanfaatkan jendela besar untuk memasukkan cahaya alami sebanyak mungkin.
  • Lampu Minimalis: Lampu gantung sederhana, lampu meja dengan desain clean, atau lampu lantai yang tidak terlalu mencolok.

4. Dekorasi dan Aksesori

  • Dekorasi Minimal: Menggunakan sedikit dekorasi yang memiliki nilai fungsional atau estetis yang tinggi, seperti sebuah karya seni besar atau beberapa tanaman hijau.
  • Tekstil: Pilih tekstil yang sederhana namun berkualitas, seperti seprai katun putih, selimut linen, dan bantal dengan warna solid.

5. Lantai

  • Lantai Polos: Lantai kayu dengan warna netral atau lantai beton polished.
  • Karpet Minimalis: Karpet dengan desain sederhana dan warna netral untuk menambah kenyamanan di area tertentu.

6. Ruang Penyimpanan

  • Penyimpanan Tersembunyi: Gunakan tempat tidur dengan laci penyimpanan atau lemari built-in untuk menjaga kebersihan dan kerapian ruangan.
  • Lemari Tanam: Lemari yang tertanam di dinding untuk menghemat ruang dan menjaga tampilan ruangan tetap minimalis.

7. Detail Arsitektur

  • Dinding Bersih: Dinding yang bebas dari dekorasi berlebihan, mungkin hanya dihiasi dengan satu karya seni besar atau cermin besar.
  • Garis-Garis Sederhana: Mengutamakan garis-garis bersih dan desain yang tidak rumit.

Contoh Ruang dengan Gaya Minimalis

  1. Tempat Tidur: Tempat tidur platform dengan linen putih, dua meja samping sederhana, dan pencahayaan lembut dari lampu meja.
  2. Area Penyimpanan: Lemari built-in dengan pintu tanpa pegangan untuk tampilan yang seamless.
  3. Dekorasi: Satu atau dua tanaman hijau, sebuah karya seni besar di atas tempat tidur, dan karpet minimalis di sisi tempat tidur.

Dengan fokus pada elemen-elemen dasar dan menghilangkan kekacauan, desain kamar tidur minimalis dapat menciptakan ruang yang tenang dan menenangkan, ideal untuk beristirahat dan relaksasi.

Gaya Minimalis

Desain interior minimalis

Desain interior minimalis adalah pendekatan yang mengutamakan kesederhanaan, fungsionalitas, dan estetika yang bersih. Gaya ini menekankan ruang terbuka, garis-garis yang jelas, dan penggunaan furnitur serta dekorasi yang minimal namun efektif. Berikut adalah elemen-elemen utama dari desain interior minimalis:

1. Palet Warna

  • Warna Netral: Putih, abu-abu, hitam, dan beige adalah warna dominan.
  • Aksen Warna Terbatas: Warna aksen digunakan secara terbatas untuk menambah kontras dan kehangatan, seperti biru muda, hijau, atau kuning lembut.

2. Furnitur

  • Desain Sederhana: Furnitur dengan bentuk yang bersih dan garis lurus.
  • Fungsi dan Bentuk: Fokus pada fungsionalitas tanpa mengorbankan estetika.
  • Material Berkualitas: Kayu, logam, dan kaca sering digunakan untuk memberikan tampilan yang modern dan bersih.

3. Detail Arsitektur

  • Ruang Terbuka: Tata letak yang terbuka untuk menciptakan aliran yang lancar antar ruangan.
  • Dinding Bersih: Dinding tanpa hiasan yang berlebihan, sering kali hanya dihiasi dengan satu atau dua karya seni besar.

4. Dekorasi dan Aksesori

  • Dekorasi Minimal: Hanya elemen dekoratif yang benar-benar diperlukan yang digunakan.
  • Aksesori Fungsional: Setiap aksesori harus memiliki fungsi selain hanya dekorasi, seperti jam dinding atau lampu meja.

5. Pencahayaan

  • Cahaya Alami: Memaksimalkan penggunaan cahaya alami dengan jendela besar.
  • Pencahayaan Buatan yang Sederhana: Lampu dengan desain sederhana dan efisien, seperti lampu gantung minimalis atau lampu lantai.

6. Lantai

  • Lantai Polos: Lantai kayu, beton, atau ubin dengan warna netral.
  • Karpet Minimalis: Karpet dengan desain sederhana dan warna netral, sering kali hanya digunakan di area tertentu untuk menambah kehangatan.

7. Ruang Penyimpanan

  • Penyimpanan Tersembunyi: Menggunakan solusi penyimpanan yang tersembunyi untuk menjaga tampilan ruangan tetap rapi dan bersih.
  • Lemari Tanam: Lemari yang tertanam di dinding atau furnitur dengan ruang penyimpanan internal.

8. Material

  • Material Alami: Kayu, batu, dan bahan alami lainnya untuk menambah tekstur dan kehangatan.
  • Material Industri: Beton, baja, dan kaca untuk menambah elemen modern dan bersih.

Contoh Ruang dengan Gaya Minimalis

  1. Ruang Tamu: Sofa dengan desain sederhana, meja kopi dari kayu, rak dinding minimalis, dan jendela besar untuk cahaya alami.
  2. Ruang Makan: Meja makan kayu atau kaca dengan kursi berdesain sederhana, lampu gantung minimalis, dan dinding putih bersih.
  3. Kamar Tidur: Tempat tidur platform dengan linen putih, meja samping sederhana, pencahayaan lembut, dan lemari tanam untuk penyimpanan.

Desain interior minimalis menekankan pada efisiensi dan kesederhanaan, menciptakan ruang yang fungsional dan estetis. Dengan meminimalkan kekacauan dan fokus pada elemen-elemen penting, gaya ini membantu menciptakan lingkungan yang tenang dan tertata.

Contoh Ruang dengan Gaya Japandi

Desain interior Japandi

Desain interior Japandi adalah perpaduan antara estetika Jepang dan Skandinavia, yang menghasilkan ruang yang minimalis, fungsional, dan estetis. Gaya ini menekankan kenyamanan, kesederhanaan, dan hubungan dengan alam. Berikut adalah elemen utama dari desain interior Japandi:

1. Palet Warna

  • Warna Netral dan Lembut: Warna-warna seperti putih, krem, abu-abu, cokelat muda, dan hijau sage sering digunakan untuk menciptakan suasana yang tenang dan damai.
  • Aksen Warna Gelap: Hitam atau warna-warna gelap lainnya digunakan sebagai aksen untuk memberikan kontras.

2. Furnitur

  • Desain Minimalis: Furnitur dengan garis bersih dan sederhana, tanpa hiasan yang berlebihan.
  • Material Alami: Kayu, bambu, rotan, dan kain alami seperti linen dan katun sering digunakan.
  • Furnitur Rendah: Furnitur yang rendah ke tanah, seperti meja kopi rendah dan tempat tidur platform, mencerminkan filosofi Jepang.

3. Detail Arsitektur

  • Ruang Terbuka: Tata letak yang terbuka untuk menciptakan aliran yang lancar antara ruangan.
  • Pintu Geser: Pintu geser dari kayu atau kaca untuk menghemat ruang dan menambah elemen tradisional Jepang.
  • Tekstur: Penggunaan tekstur alami seperti dinding plester kasar atau lantai kayu untuk menambah kedalaman dan kehangatan.

4. Dekorasi dan Aksesori

  • Dekorasi Sederhana: Hiasan yang minimalis, sering kali dengan elemen alami seperti tanaman hijau atau bunga.
  • Karya Seni Minimalis: Lukisan atau gambar dengan desain sederhana dan warna-warna netral.
  • Kerajinan Tangan: Barang-barang buatan tangan seperti keramik dan anyaman.

5. Pencahayaan

  • Pencahayaan Alami: Memaksimalkan cahaya alami dengan jendela besar dan tirai tipis.
  • Lampu Sederhana: Lampu dengan desain sederhana dan material alami seperti bambu atau kayu.

6. Lantai

  • Lantai Kayu: Lantai kayu dengan warna netral atau terang.
  • Karpet Minimalis: Karpet dengan desain sederhana dan warna lembut.

7. Kamar Mandi

  • Desain Spa: Kamar mandi yang dirancang menyerupai spa dengan penggunaan batu, kayu, dan tanaman hijau.
  • Peralatan yang Sederhana: Fitur-fitur seperti bak mandi dari kayu atau wastafel keramik dengan desain minimalis.

Contoh Ruang dengan Gaya Japandi

  1. Ruang Tamu: Sofa dengan desain minimalis, meja kopi kayu rendah, tanaman hijau dalam pot keramik, dan pencahayaan alami yang melimpah.
  2. Ruang Makan: Meja makan kayu dengan kursi berdesain sederhana, lampu gantung bambu, dan elemen dekoratif alami seperti tanaman atau keramik.
  3. Kamar Tidur: Tempat tidur platform dengan linen putih, meja samping kayu sederhana, pencahayaan lembut, dan tanaman hijau.

Gambar Inspirasi

  1. Ruang Tamu Japandi:
    Ruang Tamu Japandi
  2. Ruang Makan Japandi:
    Ruang Makan Japandi
  3. Kamar Tidur Japandi:
    Kamar Tidur Japandi

Desain Japandi menekankan kesederhanaan dan hubungan dengan alam, menciptakan ruang yang tidak hanya indah secara estetika tetapi juga fungsional dan nyaman untuk ditempati.